Terima Kasih Atas Kunjungannya Mohon
Mohon Tinggalkan komentar dan Saran Anda sebagai bentuk semangat buat terus berbagi tentang akuntansi

Selasa, 27 September 2011

Anggaran Sektor Publik




l  Apakah Anggaran itu ?
     Menurut Freemen (2003) anggaran adalah sebuah proses yang dilakukan oleh organisasi sektor publik untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya ke dalam kebutuhan-kebutuhan yang tidak terbatas (The proces of allocating recources to unlimited demands )
     Dalam pengertian lain anggaran dapat dikatakn sebagai sebuah rencana finansial yang menyatakan :
1.      Rencana-rencana organisasi untuk melayani masyarakat atau aktivitas lain yang dfapat mengembangkan kapasitas organisasi dalam pelayanan
2.      Estimasi besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam merealisasikan rencana tersebut.
3.      Perkiraan sumber-sumber mana saja yang akan menghasilkan pemasukan serta seberapa besar pemasukan tersebut.
l  Dalam ruang lingkup akuntansi anggaran berada dalam lingkup akuntansi manajemen yang berfunsi :
     Sebagai alat perencanaan
     Sebagai alat pengendalian
     Sebagai alat kebijakan
     Sebagai alat politik
     Sebagai alat koordinasi dan komunikasi
     Alat penilaian kinerja
     Alat motivasi
v  Prinsip penyusunan anggaran :
     Otoritasi oleh legislatif.
     Komprehensif/menyeluruh
     Keutuhan, artinya semua penerimaan dan pengeluaran tercakpu dalam satu dana umum
     Nondiscreationary apropriasi, jumlah yang disetujui legislatif harus termanfaatkan secara ekonomis
     Periodik
     Akurat
     Jelas
     transparan
v  Jenis-nenis anggaran
1.      Anggaran Operasional dan anggaran modal
2.      Anggaran tentatif dan Anggaran Enacted
3.      Anggaran dana umum dan anggaran dana khusus
4.      Anggaran tetap dan anggaran Fleksibel
5.      Anggaran eksekutif dan anggaran legislatif
v  Tahap penyusunan anggaran
1.      Persiapan (preparation)
2.      Persetujuan lembaga legislatif (Legislatif enactment)
3.      Administrasi (Administration)
4.      Pelaporan (Reporting)
5.      Pemeriksaan  (Post-audit)

 
v  Pendekatan Penyusunan Anggaran
o   Pendekatan tradisional dengan ciri :
     Cara penyusunan berdasarkan pos-pos belanja.
     Penggunaan konsep inkrementalisme.
v  Proses penyusunan anggaran dengan pendekatan tradisional
l  Pihak lembaga yang memerlukan anggaran mengajukan permintaan anggaran kepada ketua eksekutif  dan anggaran tersebut dirinci berdasarkan jenis pengeluaran yang hendak dibuat
l  Kepala eksekutif mengumpulkan permintaan anggaran dari berbagai lembaga, anggaran ini lalu dimodifikasi oleh eksekutif
l  Pihak legislatif kemudian menuliskan jumlah anggaran yang disetujui dengan menggunakan pendekatan tradisional.
  •  Kelebihan pendekatan tradisional
     Sederhana dan mudah dimengerti oleh yang berkepentingan
     Pendekatan ini cocok dengan akuntansi pertanggungjawaban (Responsibility Accounting)
     Hampir semua program memiliki sifat dasaar berkesinambungan
     Hampir semua pengeluaran memiliki sifat tak terhindarkan
     Dalam dunia nyata, keputusan harus didasarkan pada perubahan program
     Biaya dari setiap unit organisasi terakumuliasi sebagai biaya organisasi ybs.

  • Kelemahan pendekatan tradisional
     Tidak menyediakan dasar informasi yang memadai
     Terlalu berorientasi pada pengendalian dan kurang memperhatikan proses perencanaan dan evaluasi
     Ketidak seimbangan dari perhatian yang diberikan
     Keputusan perencanaan penting cenderung bottom up
     Perencanaan mungkin akan kurang diperhatikan karena anggaran didasarkan apda besarnya dan pola dari pengeluaran yang ada.
     Lembaga legislatif hanya diberikan rincian dari daftar pengeluaran (object of expenditure), dan tidak diberikan data mengenai fungsi, program aktifitas, dan indikator kinerja.
     Mendorong pengeluaran daripada penghematan.

v  Pendekatan kinerja
ü  Karakteristik pendekatan ini :
     Mengklasifikasikan akun-akun dalam anggaran berdasarkan fungsi dan aktivitas dan juga berdasarkan unit organisasi dan rincian belanja.
     Enyelidiki dan mengukur aktivitas guna mendapatkan efisiensi maksimum dan untuk mendapatkan standar biaya.
     Mendasarkan anggaran untuk periode yang akan datang pada biaya perunit standar dikalikan dengan unit aktifitas yang diperkirakan harus dilakukan pada periode tersebut.
ü  Kelebihan pendekatan kinerja:
     Penekanan pada dimasukannya deskripsi secara naratif dari setiap aktivitas di setiap anggaran yang diajukan.
     Didukung oleh estimasi biaya dan pencapaian yang diukur secara kuantitatif.
     Penekanannya pada kebutuhan untuk mengukur input dan output.
     Mensyaratkan adanya data-data kinerja memungkinkan legislatif untuk menambah atau mengurangi dari jumlah yang diminta dalam fungsi aktifitas tertentu.
     Menyediakan kepala eksekutif pengendalian yang lebih terhadap bawahannya.
     Menekankan aktivitas yang memakai anggaran daripada berapa jumlah anggaran yang terpakai, dan memelukan jawaban atas pertanyaan berikut ini :
1.      Apa tujuan lembaga tersebut ? Apa alasan lembaga tersebut meminta anggaran ? Jasa apa yang diberikan lembaga tersebut sehingga lembaga tersebut harus tetap ada?
2.      Program atau aktivitas apa yang digunakan oleh lembaga untuk mencapai tujuan atau sasarannya?
3.      Berapa volume kegiatan/pekerjaan yang dipersyaratkan untuk setiap aktifitas?
4.      Berapa banyak jasa yang dapat diberikan dengan menggunakan anggaran tahun lalu?
5.      Berapa banyak aktivitas atau jasa yang diberikan yang diharapkan oleh legislatif atau pembayar pajak jika jumlah anggaran yang diminta dikabulkan

ü  Kekurangan pendekatan kinerja
   Hanya sedikit dari pemerintah pusat dan daerah yang memiliki staf anggaran atau akuntansi yang memiliki kemampuan memadai untuk mengindentifikasi unit pengukuran dan melakukan analisis biaya.
   Banyak jasa dan aktivitas pemerintah tidak dapat langsung terungkap dalam satuan unit output atau biaya per unit yang dapat dimengerti dengan mudah.
   Akun-akun dalam pemerintahan telah secara khusus dibuat dengan dasar anggaran yang dikeluarkan (Cash basis)
   Kadangkala aktivitas langsung diukur biayanya secara detail dan dilakukan pengukuran secara detail lainnya tanpa adanya pertimbangan yang memadai yang diberikan pada perlu atau tidaknya aktivitas itu sendiri.

v  Pendekatan Sistem Perencanaan, Program, dan Anggaran Terpadu ( Planning, Programming, and Budgeting System –PPBS )

§  Karakteristik PPBS :
o   Berfokus pada perencanaan strategis organisasi dan menghubungkan semua aktivitas dengan perencanaan strategis tsb.
o   Inplikasi di tahun-tahun mendatang telah diidentifikasi secara eksplisit.
o   Semua biaya yang timbul telah dipertimbangkan
o   Analisis sistematis dari alternatif yang dilakukan (misalnya, berupa analisis biaya manfaat, analisis sistem dan riset operasi).
§   Dasa penggunaan PPBS
Adalah kemampuannya untuk menjawab berbagai pertanyaan sbb:
o   Sasaran dan tujuan dasar apa yang akan dicapai ?
o   Apa saja alternatif dan metode/cara untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan?
o    berapa biaya yang dibutuhkan dari masing-masing alternatif, finansial maupun non finansial.
o   Manfaat apa yang akan dicapai dari tiap alternatif, dan seberapa efektif alternatif-alternatif tersebut dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.



§  Tahapan PPBS


§  Kelebihan PPBS
1.      Menekankan perencanaan jangka panjang dimana tujuan utama dan jangka menengah dinyatakan secara eksplisit.
2.      PPBS mengasumsikan semua program akan dievaluasi secara tahunan, sehingga program yang jelek dibuang dan program baru akan ditambahkan
3.      Keputusan program Top Down

§  Keterbatasan PPBS
1.      Cukup sulit untuk membuat pernyataan yang berkana dan eksplisit
2.      Bukan hanya tujuan yang berubah, tetapi pejabat juga akan berubah
3.      Periode waktu yang terbatas bagi pejabat.
4.      Keterbatasan tenaga ahli yang memadai
5.      PPBS berfokus pada program dan kegiatan yang selaras dengan rencana strategis.


0 komentar:

Poskan Komentar