Terima Kasih Atas Kunjungannya Mohon
Mohon Tinggalkan komentar dan Saran Anda sebagai bentuk semangat buat terus berbagi tentang akuntansi

Selasa, 14 Juni 2011

PENGERTIAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

PENGERTIAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

Definisi pengendalian pada awalnya adalah “copy of a roll (of account), a parallel of the same quality and content with the original”. Ada pun terjemahannya adalah salinan dari suatu daftar (akun/rekening), yang kesejajaran mutu dan isi yang sama dengan aslinya. Oleh Samuel Johnson (dalam Sawyer, 2003) definisi tersebut disimpulkan sebagai “a register or account kept by another officer, that each may be examined by the other” (yang terjemahannya adalah suatu register atau akun/rekening yang disimpan oleh petugas lain, sehingga memungkinkan register atau akun tersebut diperiksa oleh orang lain).
Pengertian pengendalian di atas adalah pengertian dalam arti yang sempit yang sering disebut sebagai pengecekan internal (internal check). Maksudnya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh seseorang diawasi oleh orang lain, sehingga tercipta suatu pengendalian. George E. Bennett (1930) dalam Sawyer (2003) mendefinisikan pengecekan internal sebagai berikut.
“A system of internal check may be defined as the coordination of a system of accounts and related office procedures in such a manner that the work of one employee independently performing his own prescribed duties continually checks the work of another as to certain elements involving the possibility of fraud.”
Definisi di atas diterjemahkan sebagai berikut: suatu sistem pengecekan intern dapat didefinisikan sebagai koordinasi suatu sistem akun dan prosedur terkait sedemikian rupa sehingga seorang pegawai yang melaksanakan tugasnya secara independen dan terus menerus tercek (teruji) oleh pekerjaan pegawai lain untuk meyakinkan apakah elemen tertentu terkait dengan kemungkinan adanya kecurangan.
Laporan khusus dari Komite Prosedur Audit American Institute of Certified Public Accountant (AICPA) pada tahun 1949 dengan judul “Internal Control – Elements of a Coordinated System and Its Importance to Management and The Independent Accountant" mendefinisikan Pengendalian Intern sebagai berikut. 

Internal control comprises the plan of organization and all of the coordinate methods and measures adopted within a business to safeguards its assets, check the accuracy and realibility of its
accounting data, promote operational efficiency, and encourage adherence to prescribed managerial policies. This definition (continued the Committee) possibly is broader than the meaning sometimes attributed to the term. It recognizes that a system of internal control extends beyond those matters which relate directly to the functions of the accounting and financial department.

(Pengendalian intern mencakup rencana organisasi dan seluruh metode koordinasi dan upaya-upaya yang diadopsi dalam suatu usaha atau bisnis untuk melindungi aset-asetnya, memeriksa akurasi dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi kegiatan dan kepatuhan pada kebijakan manajerial yang telah ditetapkan. Definisi ini mungkin lebih luas dari arti yang acap kali diberikan pada istilah tersebut. Definisi ini mengakui bahwa luas pengertian system pengendalian intern melampaui hal-hal yang berkaitan langsung dengan fungsi departemen atau bidang keuangan dan akuntansi). Perkembangan terkini, yakni rumusan yang dikeluarkan oleh COSO dalam ”Internal Control Integrated Framework” (1992) mendefinisikan pengendalian intern sebagai berikut.
Internal control: a process, effected by an entity’s board of directors, management, and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following categories:
Effectiveness and efficiency of operations
Reliability of financial reporting
Compliance with applicable laws and regulations
Pengendalian intern: suatu proses, yang dipengaruhi oleh dewan direksi suatu entitas, manajemen, dan personel lain, dirancang untuk menyediakan keyakinan yang memadai berkaitan dengan pencapaian tujuan dalam beberapa kategori:
Efektivitas dan efisiensi kegiatan
Keandalan pelaporan keuangan
Ketaatan pada peraturan dan ketentuan yang berlaku.

0 komentar:

Poskan Komentar