Terima Kasih Atas Kunjungannya Mohon
Mohon Tinggalkan komentar dan Saran Anda sebagai bentuk semangat buat terus berbagi tentang akuntansi

Minggu, 10 April 2011

SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN


Akuntansi untuk Penerbitan SBPU dapat dibedakan antara penerbitan, penjualan dan pelunasan SBPU. Rekening SBPU yang diterbitkan merupakan rekning hutang atau dana bank yang selalu bersaldo kredit sepanjang surat berharga masih outstanding.

Penerbitan

Seorang nasabah Bank Omega membuat surat pngakuan hutangatas pinjaman yang telah diterima sebesar Rp 80 juta beserta bunga Rp 20 jutaatau secara keseluruhan sebesar Rp 100 juta dengan suku bunga 14% setahun jangka waktu 6 bulan, kemudian pada hari yang sama dijual oleh Bank Omega ke BI dan dibebankan diskonto 13.5% setahun.

Oleh Bank Omega transaksi ini akan dicatat

D : Surat berharga                                                                Rp 100.000.000
K : Debitur                                                                              Rp   80.000.000
K : Pendapatan Bunga Debitur yang diterima dimuka      Rp   20.000.000

SBPU dijual ke BI diskonto 13.5%/tahun: (Penjualan)

D : BI – Giro                                                                           Rp   93.250.000
D : Diskonto SBPU yan belum diamortisasi                       Rp     6.750.000
K : Surat berharga – SBPU                                                  Rp 100.000.000

Diskonto SBPU tersebut akan dialokasikan setiap bulannya kedalam rekening biaya dengan jurnal sbb:

D: Biaya diskonto SBPU                                             Rp 1.250.000
K: Diskonto SBPU Yang belum diamortisasi            Rp 1.250.000

Pelunasan

Pada saat jatuh tempo setelah amortisasi diskonto bulan terakhir dan SBPU dilunasi oleh Bank Omega dan oleh nasabah yang menerbitkan surat pengakuan hutang tersebut , oleh Bank Omega dicatat sbb:

D :     Surat berharga –SBPU                                               Rp 100.000.000
D :     Kas/Giro Nasabah                                             Rp 100.000.000
K :     Surat berharga                                                   Rp 100.000.000
K :     BI-Giro                                                                 Rp 100.000.000

0 komentar:

Poskan Komentar