Terima Kasih Atas Kunjungannya Mohon
Mohon Tinggalkan komentar dan Saran Anda sebagai bentuk semangat buat terus berbagi tentang akuntansi

Kamis, 11 Maret 2010

Tujuan Kualitatif Penyusunan Laporan Keuangan

Tujuan kualitatif penyusunan laporan keuangan menurut standar akuntansi keuangan 2002 adala sebagai berikut :
a. Dapat dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dipahami oleh pemakai, maksudnya diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta ketentuan yang wajar.
b. Relevan
Agar beranfaat, informasi harus relevan memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. informasi mempunyai kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan masa lalu, masa kini / masa depan, menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka dimasa lalu
c. Materialistis
Informasi di pandang materiil kalau kelalaian untuk mencantumkan kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan
d. Keandalan
Agar bermanfaat informasi juga harus handal (relable). Iformasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian menyesatkan kesalahan material dan dapat diandalkan pemakainya sdebagai penyajian yang tulus atau jujur.
e. Penyajian jujur
Agar dapat diandalkan, informasi harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan secara wajar
f. Substansi mengunguli bentuk
Jika informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka peristiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realiatas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya. Substansi transaksi atau peristiwa lain tidak selalu konsisten dengan apa yang tampak dari bentuk hukum.
g. Netralitas
Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan tidak tergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.
h. Pertimbangan sehat
Penyusunan laporan keuangan ada kalanya menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu, seperti ketertagihan piutang yang diragukan, prakiraan masa manfaat perusahaan serta peralatan, dan tuntutan atas jaminan garansi yang mungkin timbul.
i. Kelengkapan
Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.
j. Dapat dibandingkan
Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja perusahaan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.
k. Tepat waktu
Untuk menyediakan informasi tepat waktu, seringkali perlu melaporkan sebelum seluruh aspek transaksi / peristiwa lainnya diketahui, jika pelaporan ditunda sampai seluruh aspek diketahui, informasi yang dihasilkan mungkin sangat andal tetapi kurang bermanfaat bagi pengambilan keputusan.

l. Keseimbangan antara biaya dan manfaat
Manfaat yang dihasilkan informasi seharusnya melebihi biaya penyusunannya.
m. Keseimbangan diantara karakteristik kualitatif
Tujuannya adalah untuk mencapai suatu keseimbangan yang tepat diantara berbagai karakteristik untuk memenuhi tujuan laporan keuangan.
n. Penyajian yang wajar
Laporan keuangan sering dianggap menggambarkan pandangan yang wajar dari / menyajikan dengan wajar posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi suatu perusahaan.

0 komentar:

Poskan Komentar